Selasa, 15 Mei 2012
Sejarah Jepang 10 Total War dan mobilisasi massa 1937-1945
•
Kabinet Konoe Fumimaro I (1937.6-1939.1)
•
Insiden Jembatan Marco Polo, 1937.7.7 – ulah pihak apa?
•
Negosiasi di balik layar – Trautman Mediation (dubes Jerman di
Nanking) – gagal
•
Konflik internal dalam rezim Kuomintang – inkonsisten dalam sikap terhadap Jepang, tarik pasukan ke pedalaman;
Chungking sbg ibukota sementara,
•
Pembantaian Nanking, 1937.12 – 1938.1
•
1938.1.16 : pernyataan Konoe – ke
depan tidak akan negosiasi dengan pihak Kuomintang – Jepang dan
Cina saling menarik dubes, jalur negosiasi resmi tertutup
Jembatan Marco
Polo
Senninbari –
mobilisasi kaum wanita untuk perang
Nanking,
1937.12-1938.1
Jika pemerintah Cina bersedia ikut serta dalam pembangunan Orde Baru,
maka Jepang tidak akan menolak
tujuan: memancing lawan politik Chiang
Kai Sek untuk mendirikan pemerintah Cina baru (Wang Jing Wei) yang bersedia
bekerja sama dgn Jepang – berhasil – negosiasi rahasia
Kesepakatan: pihak Cina mengakui negara
Manchuria, pihak Jepang janji tarik pasukan dari Cina dalam waktu 2 tahun
Pernyataan Konoe III
Janji tarik pasukan tidak dipenuhi oleh
kabinet Konoe (ditentang militer), pihak Wang kecewa.
Negosiasi Wang
– pihak Jepang: bubarkan semua pemerintah boneka di Cina Utara (kecuali negara
Manchuria), dirikan negara Republic of China dgn ibukota Nanking, dgn prinsip
persahabatan dan kerjasama dengan Jepang (1940.3) – ‘penyelesaian sengketa
Jepang-Cina’ ala Konoe-Wang
Tokoh anti &
pro Jepang
Orde baru di asia
timur
•
1938.11.3 & 12.22 PM
Konoe Fumimaro deklarasikan pembentukan orde baru di asia timur, yaitu:
pembebasan Asia Timur dari kolonisasi bangsa-bangsa Barat, anti komunisme,
solidaritas antara Jepang, negara Manchuria dan Cina
•
Perang Jepang-Cina yang terus berlangsung, dianggap sebagai
perang antara Jepang sebagai pemimpin bangsa-bangsa Asia melawan bangsa Cina
(rezim Chiang Kai Shek) yang masih rela diperbudak oleh bangsa Barat (dibantu
dan dihasut Amerika untuk lawan Jepang, padahal Jepang ingin berdamai)
Rezim Chungking vs rezim Nanking
•
Rezim Chungking: bersatu dgn partai komunis,
bentuk front nasional; berlindung di pedalaman dgn slogan ‘anti Jepang’, terima
bantuan Inggris & AS, korup – dalam kubu sekutu yg kemudian menang perang –
pemegang legitimasi sbg pemerintah nasional
•
Rezim Nanking: anti komunis, kompromi dgn
Jepang, hentikan pertumpahan darah & pulihkan ekonomi di pesisir Cina,
capai kesepakatan dgn Jepang untuk hapus daerah konsesi Jepang di Cina dan
batalkan perjanjian tidak adil Jepang-Cina; tindakan ini ‘terpaksa’ diikuti
oleh Inggris dan AS dgn perjanjian yang sama dgn rezim Chungking; berada di
kubu Jepang yg kemudian kalah perang – stigma ‘pengkhianat bangsa’
•
Rezim Nanking dibentuk atas instruksi dari
Chungking (tumbal)?
Think tank (brain
trust) PM Konoe
• Showa Research
Association, 1933-1940
• Inisiator: Goto
Ryunosuke, setelah studi banding ke luar negeri – partai Nazi di Jerman, partai
komunis di Uni Soviet (parpol tunggal), kebijakan New Deal di AS
• Tujuan: reformasi
dalam syarat tidak melanggar UU, anti parpol, anti fasisme
• Anggota: para
intelektual liberal, sosialis, ultra nasional – kacau!
Showa Research
Association pasca 1937
•
Makna invasi militer ke Cina dan ‘pembebasan’ negara-negara
terjajah di Asia: pembentukan wilayah persemakmuran asia timur
•
Anti parpol (penyebab perpecahan nasional) – bubarkan parpol,
ciptakan persatuan nasional – 1940.10: taisei yoku san kai (imperial rule
assistance association), terdiri dari berbagai ormas (pemuda, pekerja, wanita
dsb) – model Golkar
•
Hasil kerja ‘diserobot’ oleh militer, anggota dituduh ‘komunis’ –
dibubarkan
•
Skandal Sorge: mata-mata komintern dalam Showa Research
Association, rahasia kabinet Konoe segera dikirim ke Moscow
Richard Sorge
& Ozaki Hotsumi
Jaringan mata-mata Sorge
•
Richard Sorge (WN Jerman), mata-mata
komintern (kemudian: Uni Soviet), tugas di Shanghai, rekrut Ozaki untuk
kumpulkan info kebijakan Jepang terhadap Soviet; posisi Ozaki sbg penasihat PM
Konoe
•
1941.9
info keputusan pemerintah Jep. untuk alihkan pasukan ke selatan (Asia
Tenggara) sampai ke Moscow, Stalin konsentrasi di medan perang barat (lawan
Jerman) – kepastian tidak adanya ancaman militer dari Jepang (1941.12, serangan
ke Pearl Harbor)
•
1941.10
jaringan Sorge terbongkar; 1942, anggota jaringan Sorge diadili;
1944.11.7, Ozaki dieksekusi (digantung)
Ozaki Hotsumi pengkhianat? (1)
•
Ozaki Hotsumi
(1901-1944)
•
Dibesarkan di
Taiwan (koloni Jepang), menyaksikan kesenjangan sosial dan diskriminasi akibat
kolonialisme
•
Setelah lulus
SMP, masuk SMA di Tokyo, lanjut ke Tokyo Imperial Univ. – awal 1920an di
Jepang, masa berjayanya ‘mazhab sosialisme’ – dianggap sbg ‘ilmu sakti’ untuk
tanggulangi masalah sosial; selama kuliah, ikut kelompok studi sosialisme
•
1928-1932 sbg reporter harian Asahi di Shanghai –
kontak dgn aktivis sosialis Cina, Jepang (anti imperialisme Jepang di Cina) dan
agen komintern (Sorge dan Agnes Smedley dari AS) – keyakinan terhadap komunisme
•
Setelah kembali
ke Jepang, direkrut oleh Sorge
•
Sebelum
1937.7.7 Ozaki serukan pemerintah
Jepang hormati kedaulatan Cina, hindari tindakan militer; persahabatan
Cina-Jepang harus didasari pada persamaan kepentingan, bukan persamaan ‘budaya’
(slogan yg munafik)
•
Pasca
1937.7.7 perang imperialisme tak dapat
dihindari; perang diharapkan dapat dorong revolusi komunis di Asia – komunitas
bersama Asia Raya dgn anggota negara-negara sosialis (perang akan mendorong
Jepang maupun Cina menjadi negara komunis)
•
Uni Soviet harus
dilindung – pengaruhi kebijakan Kabinet Konoe agar menyerang ke Selatan?
•
Berita acara:
bergabung dgn jaringan Sorge untuk melindungi Uni Soviet dari imperialisme
Jepang; karena Uni Soviet adalah satu-satunya harapan bagi revolusi komunisme
dunia; negara Jepang yg ideal adalah negara yg menjalin solidaritas dgn
negara-negara Asia lainnya berdasarkan prinsip sosialisme internasional --
patriotik
Kabinet Konoe II
• Slogan
‘pembangunan kawasan persemakmuran asia timur raya’, 1940.7
• Pakta militer
Jepang-Jerman-Italia, 1940.9
• Pembentukan
Imperial Rule Assistance Association, 1940.10
• Pakta non-agresi
Jepang-Uni Soviet, 1941.4
• Mundur karena
copot menlu (Matsuoka Yosuke) yang bersikap keras terhadap AS
Poster untuk rayakan pakta Jepang-Jerman-Italia
Kabinet Konoe III
•
Perombakan kabinet sebelumnya
•
Ganti menlu Toyoda Teijiro (angkatan darat) – diharapkan dapat
menekan grup garis keras (pendukung perang dgn AS); Toyoda tidak ahli dalam
diplomasi, justru jadi batu penyandung dalam negosiasi dgn AS
•
kabinet ditekan oleh Tojo Hideki (angkatan darat) – mundur
•
1941.12.8 serangan ke Pearl Harbor, Hawaii
Konoe Fumimaro
UU mobilisasi
•
UU terkait
perdagangan dan industri (1937)
•
National general
mobilisation law (1938)
•
UU Perfilman
(1939)
•
UU Institusi Agama (1939)
•
UU terkait penerbitan, kebebasan
berpendapat dan berserikat dsb
•
National Planning Board (model untuk
BAPPENAS) – perencanaan dan pengaturan alokasi SDM & SDA – demi efisiensi –
dicap komunis
•
South Manchuria Railway, divisi riset
– ekspansi, rekrut lulusan univ. Jepang – infiltrasi kaum sayap kiri – dicap
komunis
•
Showa Research Association – anti
parpol mapan – dicap komunis
Dampak perang di
Eropa terhadap Asia
• Jajahan Inggris,
Perancis dan Belanda di Asia
• Sikap AS – non
intervensi sampai dgn serang Pearl Harbor (1941.12)
• Pilihan militer
Jepang: langgar teritori Uni Soviet (bendung pengaruh komunis) atau langgar
teritori / koloni Amerika & negara-negara Eropa di Asia Tenggara ---
kebutuhan SDA, serangan militer ke Selatan
Persiapan perang di pasifik
•
Treaty of Non-Aggression between Germany and the Soviet Union –
1939.8, namun dilanggar oleh pihak Jerman dengan menyerang Uni Soviet pada Juni
1941
•
Aliansi Jerman, Italia, Jepang - September 1940
•
Soviet-Japanese Neutrality Pact, April 1941 – berlaku 5 tahun,
namun dilanggar oleh pihak Uni Soviet pada tanggal 8 Agustus 1945
•
Perancis & Belanda diduduki tentara Jerman, Inggris kalang
kabut di medan tempur Eropa, AS ambil sikap non-intervensi
Ekspansi militer Jepang ke Selatan
•
1940.6 pasukan Jerman menduduki Perancis; pemerintah
de Gaulle mengungsi ke Inggris; di Perancis berdiri rezim Vichy yg pro Jerman
•
1940.7 rezim Vichy izinkan tentara Jepang masuk ke
bagian utara Indocina, untuk memutus rute bantuan Sekutu kepada rezim di
Chungking
•
1941.7 (kabinet
Konoe) - pasukan Jepang duduki bagian selatan semenanjung Indocina (untuk
halangi rute bantuan AS terhadap Chungking via Birma) – AS, Inggris &
Belanda bekukan aset Jepang, embargo minyak oleh AS, Inggris batalkan
perjanjian perdagangan dgn Jepang
•
1941.12 serangan Jepang ke Pearl Harbor &
wilayah Asia Tenggara
•
Hindia Belanda,
Filipina, Hindia Inggris (Malaya)
Tentara Jepang di Asia Tenggara: ‘pembebas’ atau
‘penjajah’?
•
Hindia Belanda –
gerakan 3A, Jawa Hokokai, PETA, romusha (kerja bakti), seinendan (latihan
militer), keibodan; 1944.9, pernyataan Koiso (PM Koiso Kuniaki), BPUPKI, PPKI
•
Birma : 1943.8
proklamasi kemerdekaan dgn dukungan militer Jepang (model rezim Nanking) dan
nyatakan perang terhadap Inggris – 1942, Aung San pimpin pasukan gerilia,
bersama pasukan Jepang usir Inggris; akhir 1944, Jepang hampir kalah, Aung San
berbalik berpihak pada Inggris
•
Filipina:
1943.9 merdeka dgn dukungan militer
Jepang (1935, diberi hak otonomi oleh pihak AS)
•
Hindia Inggris
(Malaya)?
Greater Asia Conference
•
Tandingan terhadap Atlantic Charter
(deklarasi bersama Inggris & AS, 1941.8) – kerjasama ekonomi antar negara
untuk menghapus kemiskinan dan rasa takut, hak bangsa untuk menentukan nasib
sendiri
•
Greater Asia Conference: ‘kesetaraan’
bangsa-bangsa kulit berwarna’ – Jepang + negara-negara ‘sekutu/boneka’ Jepang
di Asia
Greater Asia Conference
Makna perang asia pasifik bagi Jepang dan asia pasifik
•
Domestik:
mobilisasi umum -kontrol negara secara mutlak terhadap sektor swasta, fisik dan
psikologi; parpol / politisi dilumpuhkan, birokrat/teknokrat berkuasa penuh –
efisiensi demi produktivitas maksimal
•
Gantikan posisi
negara-negara Barat di Asia – politik dan ekonomi
•
Kemerdekaan?
Tatanan / hierarki baru di Asia?
•
Greater Asia
Co-prosperity Sphere (kawasan persemakmuran Asia Raya) – grup AA (anti neokolonialisme)
– ASEAN(anti komunisme, pro pertumbuhan ekonomi – kemakmuran bersama – ASEAN +
3 (?)
Sejarah Jepang 9 Awal Showa sampai dengan jelang perang Jepang-Cina
oleh: Dr. Susy Ong
Asal usul istilah Showa
「書経」尭典の「百姓昭明、協和万邦(百姓昭明にして、万邦を協和す」
人々はすべて聡明で、様々な国が仲良く助け合う – semua orang pintar dan bijak, negara-negara bersahabat dan saling menolong]
Krismon Showa
Beban
bunga obligasi pasca gempa Kanto
Pulihnya
produksi negara-negara Eropa pasca PD I – saingan bagi produk Jepang
1927.3.15
– rush (penarikan dana dari bank secara besar-besaran)
moratorium dan intervensi dari pemerintah – merger dan akuisisi – ‘penyehatan perbankan’
Gerakan proletariat
Gerakan
buruh dan petani – merger serikat buruh dan serikat petani, berdirinya parpol
nihon rounoutou (partai buruh dan petani Jepang), 1926.12
Demo
buruh dan petani – sastra proletariat
Kobayashi
Takiji – Kani Kosen
Debat di kubu Marxist
1927-1932:
perdebatan terkait ‘tesis 1927’ – garis kebijakan revolusi ala Komintern:
revolusi dua tahap, tahap awal: hapuskan sistem kekaisaran (revolusi borjuis
untuk tumbangkan sistem feodal); tahap kedua: revolusi proletariat
1932-1937: ‘tesis 1932’ sbg tanggapan terhadap munculnya rezim fasis (dianggap sbg ‘corrupted form’ dari rezim kapitalis)
Invasi militer ke Cina
1925-1927: perang unifikasi Cina (north expedition)
Bangkitnya nasionalisme Cina, Jepang merasa
kepentingannya terancam
Kabinet Tanaka Giichi: invasi militer ke Cina utara;
slogan: pertahankan kepentingan Jepang di Manchuria dan Mongolia
1928: penguasa Manchuria terbunuh dalam kecelakaan
kereta api – ulah militer Jepang (kwantung army) – picu sentimen anti Jepang,
penguasa baru di Manchuria nyatakan diri loyal kepada rezim partai nasional di
Nanking
Pemilu dan Dilema Demokrasi
Pemilu
1928, parpol proletariat peroleh dukungan, parpol pro status quo merasa
terancam, pemberangusan media dan penangkapan tokoh parpol proletariat
(1928-1929) dgn pasal karet dalam Peace Preservation Law
Resesi ekonomi Showa
Anjloknya harga saham di bursa wall street, new york
– resesi dunia
Pukulan bagi ekonomi Jepang yang sedang dalam resesi
(akibat overheat pasca PD I)
Ekspor sutra ke AS anjlok, petani kehilangan
penghasilan tambahan
Perusahaan bangkrut atau merger, pengangguran
meningkat; Kesenjangan sosial, tuntutan akan keadilan sosial
1931
pemerintah keluarkan sejumlah UU kontrol pemerintah terhadap
cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hayat hidup orang
banyak (重要産業統制法)
Teror kelompok sayap kanan dan militer
perwira militer, slogan ‘Showa Ishin’
Kelompok sipil: grup ultra nasionalist dan pendeta
Budha
slogan
ganyang ‘birokrat dan konglomerat’, singkirkan ‘penjahat di sekeliling kaisar’
1930.11: PM Hamaguchi Osachi tertembak di stasiun
(meninggal 4 bulan kemudian)
1932.2.9
direktur Bank of Japan, Inoue Junnosuke, terbunuh
1932.3.5 Dan
Takuma, pemimpin grup bisnis Mitsui, terbunuh
Kudeta militer
1932.5.15 PM
Inukai Tsuyoshi terbunuh
Berakhirnya sistem kabinet parpol, tampilnya tokoh
militer dalam pemerintahan sipil
1936.2.26
kudeta militer, pemberontak menduduki Tokyo, UU darurat militer
diberlakukan; kelompok anti ekspansi militer (penganjur pembangunan dalam
negeri) dikalahkan oleh kelompok ekspansionis yang memanfaatkan nama kaisar
sebagai perisai; perang terbuka Jepang-Cina tak terelakkan
Invasi militer ke Cina
1931.9.18
insiden peledakan rel kereta api milik South Manchuria Railway; pihak
Jepang tuduh pelaku adalah bandit Cina, langsung kirim pasukan untuk
‘melindungi kepentingan Jepang di Cina’
Berawalnya ‘perang 15 tahun’
Pemerintah Cina tarik pasukan dari Manchuria untuk
konsentrasi pada kampanye menumpas ‘bandit komunis’, mengundang antipati rakyat
1936.12.
Xian Incident: pemerintah dan partai komunis capai kesepakatan,
berkoalisi lawan invasi Jepang
Monumen Peringatan Peristiwa Insiden Manchuria (kota Shenyang)
Dampak insiden Manchuria
Jepang keluar dari Liga Bangsa-bangsa
Kampanye ‘budaya tradisional Jepang’ di negara-negara
Barat; berdirinya Nippon Cultural Association (Nippon Bunka Renmei), atas
inisiatif kepala biro kepolisian, dengan dukungan dana dari konglomerat
Berdirinya negara boneka ‘Manchuria’ pada 1932 – masuknya zaibatsu Jepang ke Manchuria, didukung
oleh militer dan birokrat sipil
Sentimen anti Jepang di kalangan intelektual Cina
semakin memuncak, negosiasi damai semakin sulit
Peta batas wilayah
Resesi dan Invasi Militer
Pasca insiden 1932.5.15 masalah kemiskinan di desa mendapat sorotan
media: alokasi dana pemerintah untuk ‘transmigrasikan’ petani Jepang ke
Manchuria
Perusahaan Jepang masuk ke Manchuria, lowongan kerja
bagi para lulusan sekolah menengah dan universitas di Jepang
Rakyat Jepang keluar dari krisis ekonomi berkat
invasi militer ke Cina
Dukungan rakyat kepada militer dan faham ultra
nasionalis, kelompok sosialis dan pasifis makin tidak mendapat dukungan
Awal jaman Showa
ironis
pemberian nama showa
Berjaya
dan matinya gerakan komunisme – solidaritas internasional dan perjuangan
menuntut keadilan sosial dalam negeri, ditumpas dgn UU dan aparat negara
Resesi
ekonomi dunia dan ekses sistem kapitalisme, ditangani dengan menguatan kontrol
negara (material maupun spiritual) dan invasi militer ke luar negeri.
Sejarah Jepang 8 demokrasi, liberalisme, sosialisme, modernisme, westernisme, persiapan menuju fasisme
oleh: Dr. Susy Ong
Kabinet Hara Takashi (1)
1918.9 – 1921.11
•
Tarik
pasukan dari Siberia, Jepang ikut serta dalam pembentukan Liga Bangsa-bangsa,
kompromi dengan AS (pernyataan Woodrow Wilson) – politik non-intervention
terhadap Cina (cabut dukungan kepada salah satu kekuatan di Cina)
• Konsentrasi pada kebijakan domestik: perluasan institusi pendidikan tinggi, pembangunan industri, perluasan jaringan transportasi kereta api, peningkatan pertahanan nasional
Persetujuan Washington, 1922
Pembatasan kepemilikan kapal perang –
cegah pemicu perang dunia – AS, Jepang, Inggris, Perancis, Italia
Perjanjian 9 negara (AS, Jepang, Inggris, Perancis, Italia, Belanda, Belgia, Portugis, ROC) – keutuhan teritori Cina – negara Barat saling cegah negara lain monopoli kepentingan di Cina
Kabinet Hara Takashi (2)
Obligasi
untuk menghimpun dana – pembangunan industri militer, perluasan jaringan kereta
api, industri, pendidikan tinggi untuk menghasilkan tenaga siap pakai untuk
industri
Booming
ekonomi, kesenjangan sosial – ketidakpuasan sosial
1921.11 Hara terbunuh di stasiun Tokyo; pembunuh: Nakaoka Kon’ichi, pegawai stasiun kereta api, menuduh Hara berkolusi dengan Zaibatsu, kebijakan hanya menguntungkan kelompok Zaibatsu, korbankan rakyat kecil
Partai komunis Jepang (PKJ)
Dampak revolusi Rusia (1917.10) – contoh keberhasilan
revolusi, menumbangkan rezim kapitalis, bangun pemerintahan sosialis
1921 persiapan pembentukan partai komunis Jepang –
komintern (komunis internasional) cabang Jepang
1922.7 berdiri
partai komunis Jepang (ilegal)
1922. 11
mengirim Katayama Sen sebagai wakil PKJ ke kongres komintern (tandingan
dari Liga Bangsa-bangsa, 1920)
1923.6 tokoh
PKJ ditangkap, PKJ dibubarkan
Wakil-wakil Asia di Komintern
Fabian Society of Japan
Tindakan
represif oleh pemerintah, membaiknya kondisi ekonomi, pengaruh gerakan
sosialisme Inggris – berdirinya Fabian Society of Japan pada April 1924
Tujuan:
mendorong gerakan sosialisme, perbaikan nasib buruh dan petani, dengan cara
reformasi (anti revolusi) – kaum sosialis kristen – Abe Isoo
Model:
gerakan Fabian di Inggris sejak akhir abad ke-19, oleh kelompok intelektual
pendiri LSE
Fabian: jenderal di jaman Romawi kuno, penganjur taktik perang jangka panjang (sampai musuh tidak mampu bertahan lagi sehingga menyerah)
Tumbuhnya kelompok Kiri dan Kanan
Kelompok kiri: gerakan petani, buruh,
mahasiswa (kaum intelektual urban)
Kelompok kanan: seringkalinya didanai oleh konglomerat, menuduh gerakan sayap kiri sebagai kaki tangan Sovyet (asing)
Gempa Kanto
1923.9.1 gempa magnitude 7,9
Diperkirakan
sekitar 100 ribu orang meninggal atau hilang; korban gempa sekitar 1,9 juta
orang
Kerusakan
bangunan dan kebakaran di pemukiman padat penduduk
Pembantaian warga Korea – ada 59 orang Jepang yang terbunuh, karena disangka orang Korea
Pasca gempa: perkembangan budaya urban modern
Rekonstruksi metropolitan Tokyo pasca
gempa
Bangunan modern, pemukiman modern, gaya
hidup modern – mobo, moga, café, gambar bergerak, speedy – modernisme,
pragmatisme, pengutamaan efisiensi
Budaya urban (Barat) vs budaya ‘Jepang’
Antipati terhadap hegemoni budaya urban:
rekayasa citra ‘desa tradisional Jepang’
国民精神作興に関する詔書 (こくみんせいしんさっこうにかんするしょうしょ)
Pasca gempa Kanto –
1923.11.10
Seruan kepada rakyat agar
hidup hemat dan rajin
Kebijakan ‘social management’
– kerja sama birokrat dan ‘kaum intelektual progresif’ untuk membentuk ‘budaya
nasional’ – rajin dan hemat
Gerakan anti diskriminasi: suiheisha
Mencontoh gerakan Leveller
(tuntutan persamaan hak sipil oleh rakyat jelata kepada bangsawan) di Inggris
abad ke-17
Tuntutan penghapusan
diskriminasi terhadap burakumin (kelompok yang dianggap pariah sejak jaman Edo)
Landasan ideologi: prinsip
negara modern tentang persamaan hak warganegara di hadapan hukum; kewajiban
sebagai warganegara (wajib militer) sebagai landasan untuk menuntut hak yang
sama
‘semua rakyat adalah kawula
kaisar’ – kooptasi oleh negara
Sastra proletariat
Pengaruh
pemikiran humanisme dan sosialisme di Eropa pasca perang dunia pertama
Majalah
Tanemakuhito (penabur), 1921-1923
Bungei
sensen – front sastra
Pemahaman
egaliter, keberpihakan kepada kaum buruh dan petani
UU Anti Subversi dan UU Pemilu 1925
Kebijakan
penanggulangan gerakan sosialisme – mencontoh Jerman
UU
Pemilu – dukungan suara melalui pemilu sebagai sumber legitimasi pemerintah
UU
anti subversi – kritik terhadap kebijakan ‘kapitalistik’ pemerintah menjadi
gerakan subversif – melanggar UU
Sejarah Jepang 7: Awal Taisho
oleh: Dr. Susy Ong
‘Imperial’
Democracy
Perubahan
‘semangat
jaman’ dari era Meiji ke era Taisho
• 1905:
kemenangan Jepang dalam perang Jepang-Rusia – tujuan awal restorasi Meiji
tercapai, huru hara Hibiya: unjuk rasa – protes massa –
semangat jaman Taisho
• Setelah
‘tujuan’
nasional negara Meiji tercapai, apa tujuan nasional selanjutnya?
• Kritik terhadap kontrol negara dan militerisme – munculnya konsep ‘individu’ dan ‘budaya’
Asal usul istilah Taisho
• 易経(The Book
of Changes):
大亨以正、天之道也
大いに亨(とほ)りて以て正しきは、天の道なり
天が民の言葉を嘉納(かのう)し、政(まつりごと)が正しく行われる
Dewa
menerima kata-kata (permohonan?) rakyat, dan politik (pemerintahan) dijalankan
dengan benar.
Taisho: 30 Juli 1912 – 25 Desember 1926
Trend anti militer
•
1912: angkatan darat tuntut penambahan
anggaran militer dgn alasan untuk membendung pengaruh revolusidari Cina
•
Kabinet Saionji tolak permintaan AD;
menteri AD, Uehara Yusaku ajukan surat permohonan mundur ke Kaisar Taisho –
kabinet Saionji jatuh
•
Kabinet Katsura Taro (angkatan darat,
klan Choshu) – dianggap menyalahi peraturan – sentimen anti militer
• Peran media: pembentukan opini publik ‘anti-militer’ – tuntutan pemerintah yang konstitusional (護憲運動 ごけんうんどう)
護憲運動(ごけんうんどう), 1913.2
Movement to Protect Constitutional Government
•
Tuntutan pemerintah yang
konstitusional: kabinet dibentuk oleh parpol yang dipilih rakyat – tolak intervensi pihak militer, tolak intervensi tokoh klan
Satsuma – Choshu dalam
politik
•
Pelopor: tokoh parpol Ozaki Yukio (orator
ulung), Inukai Tsuyoshi – mosi
tidak percaya pada kabinet Katsura
•
PM Katsura tekan oposisi di parlemen
dgn katabelece dari kaisar –
malah menyulut kemarahan rakyat – demo dan rusuh di berbagai daerah – kantor polisi kantor surat kabar pro pemerintah diserang – Katsura terpaksa mundur
•
Pertama kali dalam sejarah Jepang
modern, kabinet mundur karena tekanan massa (parlemen jalanan)
Dilemma demokrasi
•
1913.2 kabinet Katsura mundur, digantikan oleh
kabinet Yamamoto Gonbei (angkatan laut, klan Satsuma) – kompromi terhadap parpol
• 1913.7 revolusi kedua di Cina (konflik kaum revolusi di selatan dgn pemerintah di utara), kabinet Yamamoto kirim pasukan intervensi, kaum oposisi mendukung – ciri demokrasi Taisho: parlementarisme di dalam negeri, imperialisme di luar negeri
Skandal Siemens (1)
•
1914.1 Skandal korupsi angkatan laut (terima suap
dari perusahaan Siemens, Jerman terkait pemesanan kapal perang)
•
Staf Siemens di Tokyo, Karl Richter, mencuri
dokumen bukti suap Siemens kepada pejabat AL Jepang, hendak lakukan pemerasan
terhadap kacab Siemens di Tokyo, tapi gagal; jual dokumen kepada Reuters
•
Richter diadili di Berlin dgn tuduhan pemerasan,
berita tentang penyuapan tsb sampai ke Jepang
• Kabinet Yamamoto ajukan usul penambahan anggaran AL dgn menaikkan berbagai jenis pajak – memicu kemarahan massa
• Partai oposisi ajukan impeachment (pemakzulan) terhadap kabinet Yamamoto
•
Rapat massa di taman Hibiya (Tokyo)
tuntut kabinet mundur
•
Usul pemakzulan di parlemen gagal –
massa kepung & serang gedung parlemen
•
Sejumlah perwira tinggi AL diadili
•
Terbongkar juga skandal suap
perusahaan Inggris Vickers melalui kantor cabangnya di Jepang, yaitu Mitsui
Bussan, kepada pejabat tinggi AL
•
Usul penambahan anggaran AL ditolak
parlemen, kabinet Yamamoto mundur (1914.3)
Perang dunia pertama dan dampak bagi Jepang
•
1914.4
kabinet Okuma Shigenobu (menlu: Kato Takaaki, link ke Mitsubishi)
•
1914.7 Perang Eropa (PD I): Jepang sbg
sekutu Inggris – kabinet Okuma kirim pasukan untuk rampas koloni Jerman di
Cina (semenanjung Shandong) dan kepulauan Mikronesia di samudra Pasifik
•
Pemerintah Cina tuntut Jepang tarik
pasukan dari semenanjung Shandong – ditolak pihak Jepang
• 1915.1 kabinet Okuma ajukan tuntutan 21 pasal ke pemerintah Cina – picu sentimen anti Jepang di kalangan intelektual Cina – Hari Aib Nasional
Posisi semenanjung Shandong
Tarik ulur Jepang – AS terkait kepentingan di Cina
•
Negara-negara Eropa terlibat perang,
Jepang tingkatkan pengaruh di Cina – AS mulai khawatir – dukung Cina ‘pertahankan keutuhan wilayah’
•
Ishii – Lansing Agreement (1917.11) – AS
akui ‘hak-hak istimewa’ Jepang di Manchuria dan Mongolia
Kabinet Okuma Shigenobu
•
1915.3
pemilu legislatif, partai pendukung pemerintah (kabinet Okuma) menang,
namun hadapi tuduhan kecurangan dalam pemilu
•
1915. 8
perombakan kabinet
•
1916.10 usul kenaikan anggaran AL disetujui
parlemen; kabinet Okuma mundur
• Terauchi Masatake (angkatan darat, mantan gubernur jendral di Korea) diangkat sbg PM
Intervensi militer terhadap Revolusi Rusia, 1918
•
1917.10
Revolusi Rusia, berdiri negara sosialis pertama di dunia – Uni Soviet
•
Ancaman bagi negara-negara Barat – bahaya perluasan pengaruh sosialisme, ancaman
kebebasan perdagangan –
hancurkan rezim Uni Soviet (Lenin)
•
Kekuatan pasukan intervensi: Jepang 73 ribu; AS: 7950; Inggris:
1500; Kanada: 4192; Italia: 1400
•
Jepang tidak terlibat dalam Perang di Eropa, secara
geografis dekat Rusia, incar wilayah Rusia di Siberia
Lukisan pasukan Jepang berangkat dari pelabuhan Vladivostok
Rute pasukan intervensi dari Jepang
Dampak intervensi di Siberia
•
Kerugian pasukan, dana operasi militer, kekalahan
pertama di medan perang luar negeri sejak restorasi Meiji, rasa curiga dari
negara-negara Barat
•
1918.8
pengumuman pengiriman pasukan ke Siberia, tersiar kabar ada pedagang
menimbun beras, sementara harga beras makin membumbung; rakyat miskin marah
& menjarah toko beras; kerusuhan menjalar ke seluruh penjuru negeri
•
Keresahan massa akibat dampak pemikiran sosialisme
dan kerusuhan sosial (penjarahan) – muncul klub studi masalah sosial
– ‘Shinjinkai’
oleh para mahasiswa Univ. Tokyo – embrio gerakan sosial Jepang
• 1918.9 kabinet Terauchi mundur, digantikan oleh PM Hara Takashi (kabinet sipil, menteri dari kalangan militer hanya 3 orang, yaitu menteri AD, menteri AL dan menlu)
Perjanjian Versailles (1919)
Tujuan:
negara-negara pemenang perang dunia pertama menghukum Jerman
Wilayah Cina yang
sebelumnya dikuasai oleh Jerman (semenanjung Shandong) diserahkan ke Jepang --
perluasan wilayah koloni bagi Jepang –
protes dari pihak Cina (Cina kirim tenaga buruh 140 ribu orang untuk pasukan
Inggris) -- May Fourth Movement, gerakan boikot produk Jepang
Angkatan laut Jepang mulai ‘melirik’
wilayah selatan, termasuk Hindia Belanda
(1920, di Batavia terbit harian Java Nippo)
Dunia seni dan sastra: kelompok Shirakaba
•
Inisiator: para mahasiswa univ.
Gakushuin – bangsawan, pengagum budaya Barat modern, menjunjung paham
humanisme, idealisme (optimistik terhadap manusia) dan individualisme, percaya
bahwa manusia berbudi luhur (altruis) akan membentuk masyarakat yang ideal
•
Antipati terhadap rektor Gakushuin,
Jendral Nogi Maresuke (bunuh diri ketika kaisar Meiji mangkat)
• Pengaruh Tolstoy (‘the kingdom of God is within you’), Rodin (pemahat dgn obyek rakyat biasa), Cézanne (pelukis impresionis), Millet (citra petani yang rajin, sederhana dan selalu bersyukur)
Komunitas altruis dan damai:
Atarashiki Mura (Desa Baru), 1918
•
Pelopor: Mushanokouji Saneatsu
•
anti kapitalisme (jauhkan diri dari
sifat egois dan serakah ala manusia urban / industri), bekerja sambil berkarya
(aktualisasi diri)
•
Model: idealisme ala Tolstoy (pemujaan
terhadap kesederhanaan dan anti kekerasan / perang), dunia petani ala Millet
(antipati terhadap protes buruh / urban, simpati pada kesederhanaan petani)
•
Realita: defisit, ditutup dengan honor
Mushanokouji, konflik antar warga
• utopian socialism
Visi dan misi Atarashiki Mura
•
Seluruh umat manusia dapat menjalankan panggilan
hidupnya dan mengembangkan kepribadian masing-masing
•
Untuk itu, kita tidak boleh melukai kepribadian
orang lain dengan alasan kita hendak mengembangkan kepribadian kita sendiri.
•
Kita harus hidup dengan benar. Kita tidak boleh
menghalangi panggilan hidup dan tuntutan yang benar dari orang lain, dengan
alasan demi kesenangan, kebahagiaan dan kebebasan kita sendiri.
•
Kami akan usahakan agar seluruh umat manusia
memiliki semangat yang sama dengan kita, menjalankan pola hidup yang sama
dengan kita, maka seluruh umat manusia akan melaksanakan kewajiban yang sama,
menikmati kebebasan dan hidup dengan benar, serta hidup sesuai dengan panggilan
hidup masing-masing.
•
Anggota dari atarashiki mura adalah orang-orang
yang ingin menjalankan kehidupan seperti ini, percaya bahwa kehidupan seperti
ini mungkin terealisir, mendoakan serta mengharapkan seluruh umat manusia
menjalankan kehidupan seperti ini. Para anggota adalah saudara-saudari
kami.
•
Dengan demikian, antar negara dan antar kelas dalam
masyarakat tidak perlu bertikai, semua hidup dengan benar dan berusaha untuk
menjalankan kehidupan dengan benar, dan saling bekerja sama, maka kami percaya,
dunia yang kami harapkan akan terwujud, dan kami akan berusaha mewujudkannya.
The Angelus (Millet) rasa syukur, sikap bersahaja
Penabur, laki-laki dengan cangkul
The gleaners (pemungut sisa panen gandum)
The thinker (Rodin)
Pemandangan (Cézanne)
Trend di dunia pemikiran: neo-idealisme
•
Rudolf Eucken: aktivismus –
bertindak, raih kehidupan spiritual – kritik terhadap sikap skeptis
dan pola hidup materialistik (mengejar harta dan kedudukan)
• Henri Bergson: creative revolution –
kritik terhadap dialektik materialisme ala Karl Marx; perubahan (evolusi)
didasari pada kehendak manusia
• Pragmatisme
ala Amerika
Awal
Taisho
•
Pergolakan dunia politik – tarik ulur dan kompromi antar parpol dan militer
•
Sentimen anti militer pada rakyat
•
Partisipasi aktif dalam ‘intervensi’
luar negeri – Cina,
Rusia, wilayah di samudra Pasifik
•
Dunia sastra dan pemikiran: optimisme terhadap
paham humanisme dan demokrasi
•
1919: terbit majalah ‘Kaizou’ (rekonstruksi), menandai peralihan dari ‘demokras’ ke ‘reformasi sosial’
Langganan:
Postingan (Atom)












